Steam Deck Valve, dengan menggunakan mesin game PC namun bergaya Switch, mungkin merupakan perangkat keras portabel yang paling dinanti sejak ... yah, sejak adanya Nintendo Switch. Jadi dapat dimengerti bahwa para pencinta teknologi berusaha keras untuk mencari tahu setiap detailnya. bahkan jauh sebelum rilis resminya akhir bulan ini.
dan kabar gembiranya adalah, pihak perusahaan akhirnya mengeluarkan unit pra-rilis, walaupun hanya terbatas untuk beberapa youtuber review. kalian dapat melihat model lengkap dari valve steam deck ini, yang memang sangat mengingatkan kita pada nintendo switch.
dan yang menarik perhatian dati perangkat ini adalah, mereka menawarkan harga yang cukup terjangkau namun dapat diandalkan untuk menjalankan berbagai game pc kelas AAA terbaru.
tapi kira-kira worth it gak sih si steam deck ini buat kita beli?
Dengan beberapa perangkat keras AMD APU yang sama dengan perangkat laptop modern. langsung kita simak saja sepesifikasi valve steam deck ini.
dikutip dari situs LinusTechTips dan Gamers Nexus. sebagai salah satu situs review yang diberi izin untuk melakukan uji review pada perangkat pra-unit valve.
SPESIFIKASI VALVE STEAM
valve steam deck menggunakan sistem Aerith APU buatan AMD yang menjalankan grafis prosesor Zen 2, grafis RDNA 2 bertenaga Radeon, dan RAM LPDDR5 16GB yang cepat. Kedua penguji menemukan bahwa erangkat dapat menjalankan game 2D dengan sangat mulus tanpa membuat panas perangkat. jadi kalian dapat dengan mudah menaikkan frame rate dua kali lipat (atau bahkan tiga kali lipat) hingga 60Hz pada perangkat keras. Linus bahkan menyebut Steam Deck “bisa dibilang PC gaming paling inovatif dalam 20 tahun, atau lebih.”
Berikut spesifikasi lengkapnya:
|
Processor |
AMD APU |
|
|
CPU: Zen 2 4c/8t, 2.4-3.5GHz (up to 448 GFlops FP32) |
|
|
GPU: 8 RDNA 2 CUs, 1.0-1.6GHz (up to 1.6 TFlops FP32) |
|
|
APU power: 4-15W |
|
RAM |
16 GB LPDDR5 on-board RAM (5500 MT/s quad 32-bit channels) |
|
Storage |
64 GB eMMC (PCIe Gen 2 x1) 256 GB NVMe SSD (PCIe Gen 3 x4) 512 GB high-speed NVMe SSD (PCIe Gen 3 x4) |
Controls and Input
|
Gamepad controls |
A B X Y buttons |
|
|
D-pad |
|
|
L & R analog triggers |
|
|
L & R bumpers |
|
|
View & Menu buttons |
|
|
4 x assignable grip buttons |
|
Thumbsticks |
2 x full-size analog sticks with capacitive touch |
|
Haptics |
HD haptics |
Trackpads | |
2 x 32.5mm square trackpads with haptic feedback | |
55% better latency compared to Steam Controller | |
Pressure-sensitivity for configurable click strength |
|
Gyro |
6-Axis IMU |
Display
|
Display |
1280 x 800px (16:10 aspect ratio) |
|
Type |
Optically bonded IPS LCD for enhanced readability |
|
|
|
|
Display size |
7" diagonal |
|
Brightness |
400 nits typical |
|
Refresh rate |
60Hz |
|
Sensors |
Ambient light sensor |
Connectivity
|
Bluetooth |
Bluetooth 5.0 (support for controllers, accessories and audio) |
|
Wi-Fi |
Dual-band Wi-Fi radio, 2.4GHz and 5GHz, 2 x 2 MIMO, IEEE 802.11a/b/g/n/ac |
Audio
|
Channel |
Stereo with embedded DSP for an immersive listening experience |
|
Microphones |
Dual microphone array |
|
Headphone / mic jack |
3.5mm stereo headphone / headset jack |
|
Digital |
Multichannel audio via DisplayPort over USB-C, standard USB-C, or Bluetooth 5.0 |
Power
|
Input |
45W USB Type-C PD3.0 power supply |
|
Battery |
40Whr battery. 2 - 8 hours of gameplay |
Expansion
|
microSD |
UHS-I supports SD, SDXC and SDHC |
|
External connectivity for controllers and display |
USB-C with DisplayPort 1.4 Alt-mode support; up to 8K @60Hz or 4K @120Hz, USB 3.2 Gen 2 |
Software
|
Operating System |
SteamOS 3.0 (Arch-based) |
|
Desktop |
KDE Plasma |
Size and Weight
|
Size |
298mm x 117mm x 49mm |
|
Weight |
Approx. 669 grams |
Performa permainan Steam Deck Game AAA yang lebih intens memiliki lebih banyak variabel. Game yang dioptimalkan dengan baik cenderung berkinerja cukup baik pada sistem SteamOS berbasis Linux dasar (Windows juga dikabarkan akan menjadi opsi, tetapi tidak tersedia untuk pengujian).
pada game Devil May Cry 5, dengan aksi pertempuran tanpa henti, dengan grafik yang cukup memuaskan, namun frame rate tetap stabil pada 60 frame per detik tanpa adanya drop frame rate. lalu game Ghostrunner, game aksi yang sama intensnya, juga dapat dijalankan dengan baik: situs Gamer Nexus mencatatnya pada 64 frame per detik dengan ray tracing dinonaktifkan (40 frame per detik jika menggunakan tampilan FHD 1080p ), sementara dalam review LinusTechTips melaporkan kalau terkadang frame rate naik hingga 90 frame per detik.
namun ada beberapa Game lain yang kurang cocok untuk dimainkan di perangkat keras portabel. Kontrol akan turun ke kisaran 30 FPS di beberapa area. contohnya pada game Forza Horizon 5: game open world dengan pencahayaan yang cukup intens , menunjukkan beberapa issue/masalah yang aneh meskipun frame rate tetap pada 60.
tapi mungkin akan beda cerita jika kalian memainkan game-game pilihan dari Valve sendiri yang kemungkinan besar tidak akan ada masalah berarti. dan tentu saja, namanya juga perangkat baru, pastinya akan ada banyak upaya yang dilakukan valve agar dapat menjalankan semua game tanpa ada masalah.
masa pakai baterai valve steam deck
ini yang selalu jadi perhatian para gamers. awet gak sih si valve ini, mengngingat kinerja yang dituntut cukup besar karena harus menjalankan berbagai macam game pc namun dengan ukuran baterai yang tidak jauh berbeda dengan smartphone. Pihak Valve sendiri mengklaim kalau perangkat dapat hidup selama 2-8 jam tanpa kabel, tergantung pada game (atau aplikasi streaming) yang dimainkan. selain itu kalian juga dapat menghubungkan steam deck ke layar monitor sebagai pc gaming. terbilang sangat murah bagi kalian yang ingin pc gaming tapi budget terbatas.
menurut review dari situs Gamer Nexus, masa baterai valve tidak pernah lebih dari 6 jam, walaupun hanya menjalankan game dan aplikasi streaming berdaya rendah(game dengan grafik dan frame rate rendah). sedangkan untuk menjalankan game kelas AAA(triple -A), Valve hanya mampu bertahan selama 90 menit. sedangkan waktu pengisian baterai, untuk mengisi penuh baterai, kalian Valve memerlukan waktu pengecasan selama 3 jam penuh.
"Anda akan memerlukan V-Sync dan membatasi framerate saat menggunakan baterai, jika tidak, Anda tidak akan mendekati angka(masa pakai baterai) yang telah diklaim Valve dalam tabel spesifikasinya,” kata pemimpin redaksi GN Steve Burke.
sedang menurut LinusTechTips, rata-rata masa bertahan baterai antara 3,3 hingga 8 jam. namun angka tersebut bukan berdasarkan uji coba bermain game non-stop. berdasarkan kedua uji coba diatas, jelas masa pakai baterai sangat tergantung pada game apa yang kita mainkan, kalian akan sangat membutuhkan pengisian daya secara terus menerus, dan untuk bepergian, kalian akan sangat membutuhkan power bank tambahan.
banyak orang membandingkan steamOS berbasis linux ini dengan sistem operasi Windows yang lebih berat namun lebih fleksibel(setidaknya untuk urusan gaming). lalu bagaimana Kinerja steam deck valve sebagai gaming portabel?
steam deck valve memiliki desain yang cukup mengesankan. memiliki layar 7-inci, dengan dua stik dan tambahan D-pad, terdapat tombol A/B/X/Y pada sebelah kanan atas dan tombol bahu ganda. tidak hanya itu, valve juga memiliki 4 paddle button atau 4 tombol tambahan di bagian belakang persis seperti XBOX elite controller dengan desain premium yang serupa. ditambah lagi dengan dua trackpad haptic kecil, mewarisi dari controller steam sebelumnya . secara fisik anda tidak akan menemukan kekurangan apapun, valve menyajikan semua fitur yang gamer inginkan. terlebih lagi kalian dapat menyesuaikan fungsi semua tombol yang ada sesuai keinginan anda. jika kalian memiliki tangan yang cukup kecil dan seringkali kesulitan untuk menekan tombol bahu atau tombol A/B/X/Y pada controller pada umumnya, kalian tidak akan mengalami masalah yang sama untuk controller yang satu ini. valve memiliki desain dan ukuran yang sangat compact. benar-benar controller impian para gamer.
Kelemahan valve steam deck
setelah memuji desain controller yang sangat memuaskan. sekarang kita lihat apa sih kekurangan valve.
setelah dilakukan review, selain baterai, mereka menemukan kekurangan pada umpan balik haptic. bergantung pada seperti apa kebiasaan kalian bermain game. jika kalian tidak terlalu menyukai atau bahkan tidak menyukai getaran haptic pada controller, maka masalah yang satu ini tidak berpengaruh untuk kalian. namun untuk sebagian orang, yang mungkin sudah terbiasa menggunakan controller di PC, sedikit banyak mengharapkan getaran sebagai cara halus untuk meningkatkan feeling dalam bermain game. namun sayang, dari desain yang sudah sangat luar biasa tersebut, rupanya valve tidak memiliki cukup ruang untuk meletakkan motor getaran konvensional. alih-alih hanya menyisakan getaran umpan balik haptic lemah dari touchpad (lihat gambar Steam Controller).
kurang dari tiga minggu lagi kita akan melihat bagaimana steamOS akan bekerja di valve steam deck, menangani ratusan game PC dan menyinkronkan kemajuan/save data di seluruh perangkat keras dan gaming portabel yang ada, belum lagi bagaimana game non-steam akan dimainkan, baik di steamOS maupun windows. Baru hari ini pihak Epic mengatakan tidak tertarik untuk membuat Fortnite versi Linux untuk Steam Deck, meskipun sebenarnya mereka berjuang selama lebih dari setahun untuk mendapatkan tempat lagi di toko game seluler(app store/play store)
meski begitu, tampilan dan fitur steam deck ini pasti cukup untuk meyakinkan beberapa orang yang ingin membeli, terutama jika kalian penggemar game steam.
HARGA VALVE STEAM DECK
harga valve steam deck dibandrol mulai dengan $399 atau sekitar 5.7 jutaan untuk versi termurah. kurang dari setengah harga mesin gaming berbasis PC yang beredar saat ini — ini adalah perangkat keras yang sangat menggoda. terlebih lagi untuk kalian yang suka melakukan steam streaming via dekstop.
TANGGAL RILIS VALVE STEAM DECK
Untuk perilisan tahap pertama akan dimulai pada tanggal 25 februari mendatang.jika kalian masih ragu untuk membeli, mungkin kalian bisa melihat beberapa review dari perilisan resmi valve steam deck ini pada 25 februari mendatang. semoga info ini dapat membantu. terima kasih.










0 Komentar
Berkomentar lah yang baik dan relavan.
Dilarang menyepam! Baik itu link mati ataupun aktif.
Gunakan bahasa yang sopan dan hargailah usaha orang lain.