Asal usul MediaTek: Dari Chip DVD Hingga Chipset Smartphone sejuta umat
MediaTek. Kalau orang menyebut Mediatek, sebagian orang pasti berfikir dengan ponsel “low budget” dengan performa seadanya.
Kalian salah besar! coba lihat sekarang, Chipset MediaTek ada di mana-mana, dari smartphone kelas entry-level hingga flagship. Untuk itulah saya membuat artikel ini, agar anggapan kalian tentang mediatek bisa lebih luas dan tidak salah dalam berasumsi.
Lanjut saja, bagaimana kisah perjalanan perusahaan asal Taiwan ini? Apakah mereka memang layak disebut penguasa pasar? Dan Apa yang mereka bawa hingga berani menantang chipset high end lainnya?
Yuk, kita telusuri bareng sejarah MediaTek, dari awal mula sebagai pembuat chip untuk pemutar DVD hingga bisa membuat chipset untuk jutaan smartphone canggih di seluruh dunia. Dijamin, setelah baca ini, kamu bakal makin paham kenapa MediaTek tidak boleh kalian remehkan.
Awal Mula: Dari Komponen Elektronik Hingga Ponsel (1997-2010)
Sesuai judulnya, Kisah perjalanan MediaTek dimulai bukan dari smartphone, melainkan dari komponen elektronik rumah tangga.
Kelahiran MediaTek: Fokus pada Hiburan Rumah (1997)
MediaTek Inc. didirikan pada 28 Mei 1997 sebagai unit spin-off dari United Microelectronics Corporation (UMC), sebuah perusahaan semikonduktor yang cukup besar di Taiwan. Pada awalnya, fokus utama MediaTek adalah merancang chipset untuk produk hiburan rumah, seperti optical drives (pemutar CD/DVD) dan televisi digital(set top box). Beralih ke chipset smartphone bukan berarti mereka gagal di chipset produk hiburan. Melainkan Mereka dapat dengan cepat menjadi penguasa di segmen ini, menyediakan chipset dengan harga terjangkau dan efisien bagi banyak produsen elektronik.
Langkah Pertama ke Dunia smartphone (2004)
Pada tahun 2000-an, MediaTek melihat potensi besar di pasar perangkat seluler. Dan Pada tahun 2004, mereka meluncurkan divisi khusus untuk meneliti dan merancang chip bagi ponsel. Chipset awal mereka adalah seri MT62xx (contohnya MT6225, MT6235), banyak digunakan pada feature phone atau ponsel “biasa” yang populer di banyak negara berkembang. Chipset ini membantu banyak produsen kecil dan pendatang baru untuk masuk ke pasar ponsel, dengan target pasar low entry. yang sebelumnya selalu didominasi oleh perusahaan besar yang terintegrasi secara vertikal. Meskipun belum ada ponsel “booming secara spesifik di era ini, kontribusi MediaTek sangat penting dan tidak bisa dianggap remeh dalam kontribusinya membuat ponsel lebih terjangkau dan dapat dinikmati oleh semua kalangan.
Masa Transisi dan Kebangkitan: Menantang Dominasi (2011-2017)
Periode ini menjadi titik balik bagi MediaTek, di mana mereka mulai serius menantang berbagai dominasi di pasar smartphone.
Gebrakan “True Octa-Core” dengan MT6592 (2013)
Salah satu momen penting dalam sejarah MediaTek adalah peluncuran SoC MT6592 pada November 2013 . Chipset ini membuat gebrakan besar, karena menjadi SoC pertama di dunia dengan delapan inti CPU yang dapat bekerja secara bersamaan (True Octa-Core). Ini berbeda dengan pesaing yang mungkin memiliki delapan inti tetapi hanya sebagian yang aktif pada satu waktu, seperti snapdragon yang lebih berfokus untuk setiap single core. MT6592 menunjukkan bahwa MediaTek mampu berinovasi dan membuktikan inovasinya yaitu membuat multi-core yang kuat.
Beberapa Ponsel yang turut mempopulerkan MT6592, terutama di pasar Asia, adalah Xiaomi Redmi Note (2014). Redmi Note dengan MT6592 menawarkan performa octa-core yang mengesankan dengan harga yang sangat terjangkau, menjadikannya sangat populer dan membantu MediaTek mendapatkan pengakuan di segmen smartphone menengah.
Lahirnya Era Helio Series: Fokus pada Performa dan Gaming (2015)
Tidak puas bermain di segmen low-mid entry. Pada tahun 2015, MediaTek memperkenalkan lini Helio Series, seri yang dirancang untuk menargetkan segmen smartphone yang lebih tinggi, dengan lebih berfokus pada performa dan pengalaman pengguna yang lebih baik. Seri ini dibagi menjadi beberapa kategori:
• Helio X Series (e.g., Helio X20, X30): Ditujukan untuk segmen flagship dan high-end. Helio X20 (Mei 2015) menjadi SoC pertama di industri dengan arsitektur tri-cluster CPU dan konfigurasi 10-core (Deca-Core). Ini adalah upaya MediaTek untuk dapat bersaing langsung dengan chipset premium yang beredar. Ponsel seperti Meizu Pro 6 dan Xiaomi Redmi Note 4X (versi MediaTek) juga menggunakan chipset ini.
• Helio P Series (e.g., Helio P60, P70): P series lebih Menargetkan segmen mid-range dengan fokus pada efisiensi daya baterai dan fitur AI. Helio P60 (2018) dan Helio P70 (2019) menjadi sangat populer dan bisa dibilang “booming” di segmennya. Chipset ini banyak digunakan oleh merek-merek seperti OPPO, Vivo, dan Realme, menawarkan performa yang stabil, efisiensi baterai yang sangat baik, dan kemampuan AI yang mumpuni dan pastinya dengan harga yang kompetitif. Ponsel seperti Realme 3 Pro (dengan Helio P70) dan OPPO F9 (dengan Helio P60) menjadi salah satu yang sangat laris di pasaran.
• Helio G Series (e.g., Helio G90T, G99): seri ini ditujukan untuk lebih berfokus pada kinerja gaming di segmen menengah, dengan memberikan performa grafis yang ditingkatkan.
Dominasi dan Inovasi Berkelanjutan: Era Dimensity dan Penguasaan Pasar (2019-Sekarang)
Periode ini adalah puncak kebangkitan MediaTek, di mana mereka berhasil menggeser persepsi kalau mediatek adalah chipset kelas bawah dan lebih dari itu, bahkan mediatek bisa dibilang telah mendominasi pasar, khususnya kelah low-mid range.
Kelahiran Dimensity: Era 5G dan Flagship (2019)
Pada November 2019, MediaTek meluncurkan seri Dimensity, yang dirancang khusus untuk bersaing di era 5G. Dimensity 1000 adalah SoC mobile pertama di dunia yang mendukung AV1, menunjukkan komitmen dan keseriusan MediaTek untuk terus bersaing di masa depan. Lini Dimensity ini juga menjadi game-changer, karena membawa performa flagship dengan konektivitas 5G ke berbagai segmen harga.
"Catatan;AV1 adalah fitur yang memungkinkan Untuk membuat Ukuran video lebih kecil namun dengan kualitas yang sama. atau Kualitas video lebih tinggi namun pada bitrate yang sama. Melakukan Streaming lebih hemat kuota internet. Serta Mendukung resolusi tinggi seperti 4K hingga 8K."
Chipset Dimensity, terutama pada seri 8000 dan 9000. mediatek berhasil menantang dominasi Snapdragon di segmen high-end dan flagship. Mereka menawarkan performa CPU multi-core yang sangat kuat berkat adanya "true multi core", ditambah dengan GPU Mali yang semakin mumpuni, dan efisiensi daya baterai yang jauh lebih baik dibandingkan generasi MediaTek sebelumnya.
Menguasai Pasar Global (2020)
Berkat strategi yang agresif dan inovasi di lini Dimensity, MediaTek berhasil mengukir sejarah pada Q3 2020 dengan menjadi vendor chipset smartphone terbesar di dunia, dan mengalahkan Qualcomm untuk pertama kalinya. Keberhasilan ini didorong oleh performa kuat mereka di pasar-pasar besar, seperti India dan Amerika Latin. Terlebih lagi, konsumen akan sulit menolak jika disuguhi smartphone yang lebih terjangkau namun tetap bertenaga.
Baca juga; steam deck. Perangkat wajib bagi gamers!
Dan Inovasi mediatek masih terus berlanjut, seperti Dimensity 9300 (November 2023) yang dirancang khusus untuk AI generatif, dan Dimensity 9400 Series (2025) sebagai dimensity untuk lini flagship terbaru yang pastinya membawa performa luar biasa.
MediaTek di Berbagai Segmen Harga: Dari Rp 1 Juta Hingga Belasan Juta Rupiah
Saat ini, kamu bisa menemukan smartphone dengan chipset MediaTek di hampir semua rentang harga, tidak terbatas pada low mid range. Melainkan mediatek telah berhasil menawarkan pilihan yang sangat beragam:
• Entry-Level (Rp 1 - 2 Jutaan): Di segmen ini, MediaTek sangat dominan dengan seri Helio G (seperti Helio G35, G85) atau Dimensity seri 6000. Ponsel seperti Realme C Series, Redmi Series, atau Infinix sering menggunakan chipset ini, menawarkan performa yang cukup untuk penggunaan dasar, media sosial, dan game ringan pan pastinya dengan harga yang sangat terjangkau.
• Mid-Range (Rp 2 - 5 Jutaan): Ini adalah “zona nyaman” MediaTek, di mana mereka menawarkan value for money terbaik. Chipset seperti Helio G99, Dimensity 7000 series (misalnya Dimensity 7200), atau Dimensity 8000 series (misalnya Dimensity 8300) menjadi sangat populer. Ponsel di segmen ini, seperti POCO X6 Pro (dengan Dimensity 8300-Ultra) atau Realme GT Neo Series, menawarkan performa gaming yang cukup kuat, kamera mumpuni, dan konektivitas 5G dan lagi-lagi dengan harga yang sangat kompetitif. MediaTek telah berhasil mendominasi ponsel Android di rentang harga Rp 1,4 juta hingga Rp 4,2 juta. Karena memang Tidak ada pilihan yang lebih baik untuk rentang harga segitu selain memilih mediatek.
• High-End (Rp 5 - 10 Jutaan): Di segmen ini, MediaTek bersaing ketat dengan Dimensity seri 8000 dan 9000 yang lebih tinggi. Ponsel-ponsel dari merek seperti Vivo X Series atau OPPO Reno Series sering menggunakan chipset ini, menawarkan pengalaman flagship, dengan harga yang masih lebih terjangkau dibandingkan beberapa pesaing lainnya.
• Flagship (Rp 10 Juta ke Atas): Dengan seri Dimensity 9000 dan 9300, MediaTek kini memiliki impact kehadiran yang kuat di segmen ultra-flagship. Ponsel seperti Vivo X100 Series atau OPPO Find X Series (di beberapa pasar) menggunakan chipset ini. Beberapa keunggulan yang ditawarkan adalah kemampuan bekerja di performa puncak, AI yang canggih, dan fitur kamera premium yang setara dengan flagship lainnya.
Secara umum, kisaran harga HP dengan chipset MediaTek di Indonesia per Juni 2026 dapat ditemukan mulai dari sekitar Rp 1.000.000 untuk model entry-level hingga mencapai Rp 15.000.000 atau lebih untuk model flagship terbaru.
Baca juga; awas spek palsu! Cek spesifikasi HP kamu sekarang!
Teknologi Kunci di Balik Kesuksesan MediaTek
Apa yang membuat MediaTek kini begitu perkasa? Dari yang tadinya hanya chipset hiburan rumah, namun sekarang mampu mendominasi pasar smartphone.
• CPU Multi-Core yang Efisien: MediaTek dikenal dengan kemampuannya mengoptimalkan performa multi-core, memungkinkan multitasking yang lancar dan penanganan aplikasi berat secara efisien.
• GPU Mali: Meskipun dulu mediatek sering tertinggal. GPU Mali di chipset Dimensity terbaru kini sangat powerful, mampu menjalankan game-game berat dengan frame rate yang tinggi.
• APU (AI Processing Unit): tidak ketinggalan, MediaTek juga berinvestasi besar dalam teknologi AI, dengan APU khusus yang mendukung fitur-fitur cerdas seperti peningkatan kamera, pengenalan objek, dan AI generatif.
• Modem 5G Terintegrasi: MediaTek adalah pelopor dalam integrasi modem 5G, membuat konektivitas generasi terbaru lebih mudah diakses di berbagai segmen harga.
• Teknologi HyperEngine: Kumpulan optimasi untuk gaming yang meningkatkan pengalaman bermain game, termasuk manajemen sumber daya, jaringan, dan touch response.
Kesimpulan: Dari Penantang Menjadi Mayoritas
Sejarah MediaTek adalah bukti nyata dari kegigihan dan inovasi. Dari awal yang sederhana sebagai pembuat chip untuk perangkat hiburan, melalui masa-masa sulit di pasar mobile, merangkak sedikit demi sedikit dari low entry-mid entry- hingga akhirnya bersaing dengan chipset premium lainnya. MediaTek telah berhasil mengubah persepsi dan membuktikan bahwa performa tinggi tidak harus selalu mahal.
Baca juga; 10 kesalahan mengisi daya smartphone.
Perjalanan MediaTek mengajarkan kita bahwa dengan fokus pada inovasi, efisiensi, dan pemahaman pasar yang tepat, sebuah perusahaan bisa bangkit dan mendominasi. Tidak bergantung gengsi, merangkul semua segmen pasar. Hingga namanya berhasil dikenal semua pengguna smartphone.
Terkait; sejarah snapdragon-awal mula RAJA chipset.
Jika info ini bermanfaat, jangan lupa share dan terima kasih atas waktunya membaca.






0 Komentar
Berkomentar lah yang baik dan relavan.
Dilarang menyepam! Baik itu link mati ataupun aktif.
Gunakan bahasa yang sopan dan hargailah usaha orang lain.